Profile Desa Giriharjo

Administrator 16 November 2018 16:41:19 WIB

  1. Hirarki administrasi

Mobilisasi harian masyarakat mayoritas ke daerah bantul (imogiri, piyungan,bantul kota), sleman (kalasan), dan kota yogya. Hal itu untuk mencari matakehidupan seperti buruh lepas, buruh bangunan, perdagangan (pasar imogiri), dan jasa (warung dan hotel). Kontribusi pemasukan PAD lebih banyak memberikan PAD Bantul, hasil upah/gaji/honor yang diterima digunakan masyarakat untuk membeli barang/jasa di imogiri. Sehingga panggang kota perlu menata diri tidak hanya sebagai pusat pemerintahan tapi harus juga sebagai pusat perekonomian. Khusus giriharjo yang memiliki dua permukiman yakni kampung banyumeneng (dengan 3 padukuhan yakni banyumeneng I, banyumeneng II, dan banyumeneng III) serta kampung panggang (dengan 3 padukuhan yakni panggang I, panggang II, dan panggang III).jarak antar kampung linear via ruas benggolo-banyumeneng 3 km, alternatif via ruas jatitelon-banyumeneng 5 km, reguler via jalur bibal 8 km dan aditional via purwosari 13 km.

 

  1. Kondisi fisik lingkungan

Ketinggian wilayah panggang tertinggi di desa giriharjo, pada tahun 2008 jurusan geodesi ugm bersama jurusan sosiatri ugm melakukan studi kewilayahan dengan hasil lokasi tertinggi berada di padukuhan banyumeneng I dengan ketinggian 430 mdpl, lalu padukuhan banyumeneng II dengan ketinggian 420 mdpl (bila dibandingkan elevasi Imogiri yang hanya 100an mdpl). Sebagian besar berbukit patahan (seperti bukit sobran, bukit genjahan) yang menjadi embrio kawasan wisata bukit kunang-kunang sobran dan bukit becak genjahan. Selain itu terdapat cekungan-cekungan diantaranya cekungan kaligedhe banyumeneng III dan cekungan klego banyumeneng I dan cekungan jumbleng banyumeneng II.

 

Sedangkan kondisi hidrologi wilayah giriharjo memiliki  5 goa (goa kaligedhe banyumenneg, goa tlogo sarang banyumeneng, goa krambil banyumeneng, goa jotak banyumeneng,goa kaligedhe panggang, dan goa Gebang Kinatar panggang). Diantara lima goa tersebut tiga diantaranya terdapat aliran sungai bawah tanah yakni goa kaligedhe banyumeneng dengan debit 7 liter/detik (karakteristik air keluar ke permukaan dan masuk kembali ke perut bumi), goa  tlogo sarang banyumeneng dengan debit sekitar 10 liter/detik (meskipun kondisi morfologi yang cukup sulit) dan goa krambil banyumeneng dengan debit sekitar 3 liter/detik. Selain goa-goa tersebut juga terdapat mata air di blok jumbleng/cekungan jumbleng banyumeneng II disana banyak dijumlai sumur-sumur yang dimanfaatkan warga untuk irigasi pertanian.

 

Kondisi fisik yang demikian menjadikan kawasan karst menjadi daerah tangkapan air hujan, rongga-rongga dalam perut bumi seperti spons yang menahan air dan pohon2 sebagai penahan air. Sehingga tambang galian batu dan tanah yang masif harus dihindari. Oleh karena itu di banyumeneng ada hutan desa dan kegiatan Kebun Benih Rakyat sebagai persemaian tanaman keras seperti sengon, jati dan pete saat ini sudah disemai 40 ribu benih sengon dan pete.

 

  1. Ekonomi

Mayoritas kegiatan ekonomi warga di bidang pertanian, tedapat blok pertanian yang strategis yakni blok pertanian klego banyumeneng, kaligedhe banyumeneng, jumbleng banyumeneng, dan rancahan panggang. Serta industri diantarnya olahan makanan (ceriping) dan kerajinan (handmade kayu seperti kacamata kayu, hanger kayu, kursi kayu, dll). Maka diperlukan penggilingan padi dan galeri di panggang kota. Usulan terminal lama menjadi taman kuliner dan galery industri. Serta lokasi tanah pemda di pondong panggang I menjadi taman parkir/terminal.

 

Gerakan ekonomi pertanian yang religius, juga menjadi semangat membangun ekonomi yang kuat. Hasil pertanian yang ada oleh masyarakat telah mampu disisihkan dengan metoda zakat pertanian sesuai syariat agama (5% s/d 10% dari hasil pertanian), dan hasil zakat tersebut didistribusikan bagi masyarakat miskin/yang kurang mampu. Tidak kurang 2 ton hasil pertanian padi telah dikumpulkan oleh masyarakat melalui sistem tersebut pada setiap tahunnya.

Sehingga tiga potensi besar yang dimungkinakan yakni pertanian, jasa air bersih, dan perdagangan. Maka diperlukan pembangunan ruas jalan jatitelon-banyumeneng (sudah 3 tahun diusulkan menjadi jalan kabupaten), pembangunan pabrik penggilingan padi di banyumeneng (80% aktifitas pertanian di banyumenenng), sistem pengelolaan air terpadu memanfaatkan sunagi bawah tanah dgn sistem terbarukan (sekitar 200jt mampu memenuhi kebutuhan 30kk sesuai kondisi topogradi dan head muka air ke permukiman), dan pasar kota (diusulkan ke dinas koperasi dan UMKM GK).

 

  1. Demografi

Desa Giriharjo memiliki 1090 kk/ 4200an jiwa dengan usia produktif lebih dari 60%, usia produkti tersebut sebagian besar urbanisasi ke bantul dan kota yogyakarta. sekitar 200 jiwa pergi merantau ke luar DIY seperti ke jakarta, lampung, riau, dan palembang. Disana terdapat paguyuban perantau.

 

  1. Objek wisata

Giriharjo memiliki objek dan potensi wisata diantaranya :

  1. Wisata goa : goa kaligedhe banyumeneng (wisata teknologi*), goa kaligedhe panggang (wisata adat tompak ponjeng**), dan goa kembang tinatar panggang
  2. wisata alam : bukit kunang-kunang sobra (banyumeneng), dan bukit becak genjahan (banyumeneng)
  3. wisata adat : tompak ponjeng (kaligedhe panggang)

kirab pengantin (berpasangan anak sulung dengan anak bungsu) menuju kaligedhe panggang untuk melakukan cuci muka.

  1. wisata seni : seni lukis di wora-wari (petilasan wora-wari banyumeneng) dengan sudah diusulkan akses jalan ruas jatitelon-banyumeneng sepanjang 3 km.

 

  1. SPAMDesa

Sistem penyediaan air di giriharjo di padukuhan panggang I, II dan III menggunakan sistem pompa PDAM baron, sedangkan di padukuhan banyumeneng I dan II menggunakan sistem pompa tenaga surya, dan banyumeneng III menggunakan sistem pompa diesel. Sistem tenaga surya dimulai tahun 2008 dengan dana dari UGM mampu mensuplai lebih 20 KK. Tahun 2014 dengan dana CSR PT. Alstom mensuplai lebih 180 KK, tahun 2016 dengan dana modelling ICCTF (indonesian climate change trust fund) mensuplai lebih 40 kk, dan tahun 2018 dana 300jt PAMSIMAS/tenaga listrik PLN dengan digabungkan dengan sistem surya dengan kapasitas tampungan total 50.000 liter akan mampu mensyuplai keseluruhan warga di banyumeneng I, II dan III lebih dari 400kk dengan sambungan rumah.  Pengelolaan oleh OPAKg (organisasi pengelola air kaligedhe) di banyumeneng I, ABIMANYU (asosiasi pengelola air banyumeneng) di banyumeneng II, dan KOMPAK (kelompok pengelola air kaligedhe) di banyumeneng III. Kasemuanya akan bergabung menjadi unit pengelola air bersih desa.

 

  1. Pola keruangan

Ada dua hal besar yang berada di desa griharjo yakni :

  1. perkotaan panggang (membutuhkan trotoar dan pedistrian, pasar, taman kuliner di terminal lama, dan taman parkir di lahan pemda)
  2. kawasan wisata ecotech banyumeneng (bukit kunang-kunang sobra, bukit becak genjahan, dan goa kaligedhe banyumeneng dengan bukit panel surya),

 

  1. konsep ecotech

pengembangan wisata alam dan tekonlogi (ecologi and technology) mengacu pada potensi yang ada, dan dapat diperluas menjadi konsep ecotechsport dengan mempertimbangkan dan mengakomodir potensi-potensi tambahan banyak atlet voly, badminton, tenis meja dan angkat besi difabel.  Terdapat potensi goa, bukit, teknologi pengangkatan air, teknologi penerangan jalan, penginapan joglo tradisional, kuliner (tiwul, getuk, kripik), handmade kerajinan kayu, seni tari dan seni lukis. Akan Linkmach dengan kopi pangang karena pengunjung/menginap di kopi panggang dapat berwisata di banyumeneng (bersepeda kayuh menuju bukit becak, panel surya, dan blok pertanian klego). Telah dibentuk BUMDes untuk menangani dan mengurus potensi-potensi yang ada seperti air bersih, persampahan, pasar, telaga, dan wisata alam.

Pencarian

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Lokasi GIRIHARJO

tampilkan dalam peta lebih besar